PagiMedan! Malaysia sudah bersiap menerima kunjungan wisatawan mancanegara pasca pandemi covid19. Bahkan Melaka yang sempat dikatakan “Menjelajah Melaka sama dengan Malaysia yang Sesungguhnya,” lebih dulu memulainya.
Sebagai langkah mempersiapkan penggiat industri pelancongan di Melaka, baru-baru ini Tourism Melaka telah mengadakan Workshop Pembuatan Paket Pelancongan berkenaan Tahun Melawat Melaka (TMM) 2024 di Hotel Hatten, Melaka.
Tujuan TMM 2024 ini adalah untuk mempromosikan Melaka sebagai destinasi pelancongan yang terkemuka di dunia, sekaligus menggalakkan penyertaan rakyat negeri Melaka dalam mengembangkan ekonomi masyarakat setempat.
“Seperti yang kita tahu, sektor pelancongan merupakan penyumbang terbesar kepada Keluaran Dalam Negeri Kasar (KDNK) Negeri Melaka sekitar hampir 50%. Untuk meningkatkan lagi pertumbuhan ekonomi dari sektor pelancongan, Kerajaan Negeri Melaka juga telah memperkenalkan inisiatif melalui Bajet 2023 Teguh Bersama Makmur Melaka di bawah Strategik 3, yaitu memacu industri pelancongan melaka sebagai destinasi terunggul,” ungkap Exco Pelancongan Negeri Melaka YB Dato Abd Razak Abd Rahman, sesaat pelaksanaan workshop.
“Saya turut umumkan Kerajaan Negeri Melaka juga telah merancang untuk melaksanakan 64 acara pelancongan sepanjang tahun dimana 13 diantaranya adalah acara pelancongan utama seperti Perarakan dan Perlombaan Perahu Naga Negeri Melaka, Melaka International Muaythai dan Karnival Udara Antarabangsa Melaka,” tambahnya.
YB Dato Abd Razak Abd Rahman beeharap semua peserta workshop dapat mengambil bahagian di dalam penganjuran Tahun Melawat Melaka 2024 ini untuk mewujudkan paket-paket wisata yang menarik dengan harga yang sesuai.
Untuk lebih kuatnya workshop tersebut, mantan Direktur Tourism Malaysia Medan, Hishamuddin Mustafa yang kini sudah menjadi perencana pariwisata di kantor pusat Tourism Malaysia dan banyak memahami cara membangun program dan paket wisata, ikut memberikan arahan.
Secara umum, pada februari 2023 lalu saja sudah tercatat ada 470,812 turis Indonesia telah datang berkunjung ke Malaysia dimana sekitar sepertiganya dari wilayah Sumatera, terutama Sumatera Utara.
Mereka pergi ke Malaysia dengan berbagai tujuan, sebagian untuk berobat. Direktur Tourism Malaysia Medan Chan Hon Mun pernah mengambarkan secara lebih jauh statitistik kunjungan Indonesia dan Malaysia yang telah menunjukkan tren yang sangat positif.
Sejauh ini sudah ada 462 penerbangan langsung dari Medan ke Malaysia setiap pekan. Menurut Chan, dari Sumatera Utara saja saat ini ada 106 flight per pekan ke Malaysia, 68 ke Kuala Lumpur dan 38 ke Penang. “Selain itu ada penerbangan dari Pekabaru, Acehi dan Batam, diantaranya ke Subang dan Melaka.
Chan Hon Mun juga menambahkan setelah terkendala pandemi covid-Covid-19 beberapa tahun belakangan, Malaysia kembali akan meluncurkan Visit Malaysia Year 2025, program itu setelah kesepakatan mulilateral dalam pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke 42 di Labuan Bajo, yakni program Visit IMT-GT Year 2023-2025. Progran itu kerjasama antara Indonesia – Malaysia dan Thailand.
Melihat data dan program yang sedang dirancang, pilihan berwisata ke Melaka semakin cepat diketahui. Sayangnya sejauh ini belum lagi ada penerbangan langsung dari Medan ke Melaka. Tampakmya untuk tetap bisa meraih pasar Medan yang lebih besar dari daerah lain di Sumatera, hal ini patut jadi kajian tambahan untuk mencari akses alternatif.***