Akal-akalan

on

Bersyukor kaleee awak punya kawan banyak, jadi banyak pelajaran awak dapat tiap hari dari wall mereka, baek yang sejalan pikeran dan pendapat awak maupon yang tak.

Kek kemaren tu ada kawan yang menuliskan perkara Akal Bulus. Nah teros terang awak tak takot akal bulus. Karena bulus gadak akal dan gak akan ngakali, paling nalurinya untok makan. Kalok pon terkadang ganas, karena itu laa pulak fitrahnya.

Kalok pon ada manusia meniru akal bulus tu, yaaa otaknya tak laaa lageee berfungsi sebagi manusia, dia hanya makhluk yang nilai kesempurnaannya di bawah manusia, sehingga halal baginya segala cara.

Kalok itu nya maksod kawan tadi awak tentu sependapat. Semua manusia yang mencoba pendekatan hidopnya ke makhluk-makhluk yang dia anggap sesuai dengan jalan dan kehidopannya, maka jadi laaa dia kek binatang tu.

Jadi kalok klen mau tau, yang awak takot dari kecik, sejak di kampong dulu tu bukan akal bulus, tapi akal manusia yang sukak kali ngakal-ngakali dan memupus naluri manusiawinya demi mengakali dan kesampean hasratnya.

Itu bahkan jaoh lebih ngeri dari pada makna akal bulus yang dalam idom-idiom yang ada mau pon di cyberspace, akal bulus diartikan tipu muslihat, tipu daya, akal bulus, kelicikan, akal kancil yang bisa dimaknai ingenuity atau kecerdikan, kecerdasan, kepintaran dalam konotasi licik.

Celakanya akal bulus pon bisa dimaknai sebagai persekongkolan, intrik, kasak-kusuk dan sebagainya. Keknya bulus gak hewan yang macam tu, mereka lebih soliter laaa keknya. Awak rasa sunguh tak manusiawi laaa, saat manusia melemparkan keburukannya kepada binatang.

Hehehe kadang saat memarahi orang pon manusia bisa membilanginya Babi, Anjing, Monyet dan sebagainya.apa laaa salahnya binatang tu sampek dibawak-bawak, hehehehe. Jadi, awak rasa bagos awak belajar untok #LebihManusiawi, mempelajari siapa kita, di mana kita dan mau kemana kita. Cocok klen rasa?

Tinggalkan komentar