Semangat Serumpun Berbagi Bersama TAKJIL4U

PagiMedan! Banyak hal yang diidentikkan dengan bulan Ramadhan. Salah satunya adalah hidangan atau panganan penyegera berbuka puasa atau takjil. Biasanya berupa kudapan manis dan lembut yang dinikmati sesaat berbuka setelah berpuasa seharian. Diantaranya berupa kolak pisang, sop buah, hingga es buah. Ada juga beberapa yang memiliki rasa asin dan gurih seperti berbagai ragam gorengan dan bubur.

Selain diperjual belikan, takjil juga kerap dibagikan secara gratis pada bulan Ramadhan sebagai bentuk sedekah dan berbagi rezeki antar sesama. Kemaren terlihat dilakukan Persatuan Kebangsaan Pelajar Mahasiswa di Indonesia (PKPMI) Medan pada Sabtu, 23 April 2022 bersamaan dengan 21 Ramadhan 1443H di Konsulat Jenderal Malaysia Medan dan beberapa tempat lain. Dengan tagline “Lebih Banyak Memberi, Lebih Luas Pintu Rezeki”.

‘Takjil4U’ atau program pemberian Bubur Lambuk ini yang pertama kali diadakan oleh PPKMI Medan dan merupakan salah satu inisiatif bagi menghidupkan kembali aktiviti mahasiswa Malaysia yang berada di Medan. Seramai 30 orang mahasiswa turut serta dalam membantu menjayakan program yang dilaksanakan pada pukul 9 pagi WIB.

Program memasak dan pemberian bubur lambuk ini merupakan satu aktiviti sosial, riadah, dan amal jariah yang sering dilakukan ketika bulan Ramadhan. Program ini bertujuan untuk meramaikan lagi suasana Ramadhan sesama mahasiswa Malaysia yang berada di Medan. Sasaran utama program Takjil4U sendiri adalah untuk memberi peluang kepada mahasiswa Malaysia untuk bersedekah di bulan mulia ini sekaligus menjalin silaturahim antara mahasiswa Malaysia di Medan.

Bubur Lambuk sendiri adalah bubur khas Melayu yang terbuat dari beras, daging sapi cincang, kacang hijau, bawang merah, bawang putih, jahe, udang kering, air, santan, wortel, seledri, minyak samin, lada hitam, bubuk jintan, kapulaga, kayu manis, cengkeh, dan garam. Untuk lebih menambah selera, bubur lambuk juga bisa diberi berbagai toping seperti bawang goreng, seledri, daun bawang, telur rebus, dan kerupuk.

Menurut sejarah, bubur lambuk dikatakan telah ada sejak zaman Kesultanan Melayu Melaka pada abad ke-15, ketika Parameswara -yang kemudian dikenal sebagai Sultan Iskandar Shah setelah memeluk agama Islam- menerima kunjungan Maharaja Hun Jen dari Kamboja yang menginginkan sejenis makanan yang mudah untuk ditelan namun tetap terasa enak dan berkhasiat.

Ada lagi sumber lain yang mengatakan bahwa bubur lambuk mulanya dihidangkan di Malaysia, di kawasan Kampung Baru, Kuala Lumpur, oleh seorang juru masak bersama Said pada tahun 1950-an dengan versi bubur lambuk berempah seperti yang dikenal saat ini.

Bubur ini umumnya hanya disediakan sekali dalam setahun atau pada momen-momen tertentu karena merupakan hidangan khas bangsawan yang dibagikan kepada khalayak ramai. Namun seiring perkembangan zaman, bubur ini kemudian dicoba untuk diadaptasi oleh masyarakat sekitar dengan tanpa menggunakan daging yang merupakan barang mewah pada masa itu.

Pada saat ini penyajian bubur lambuk dilakukan secara bergotong-royong di masjid sebelum berbuka puasa, sepanjang bulan Ramadhan. Bubur lambuk ini menjadi lambang perpaduan dan kesatuan bagi penganut Islam di Negeri Jiran. Seperti yang dilakukan oleh PKPMI saat ini.

Bubur lambuk yang telah siap dimasak kemudian dibungkus rapih dan diagihkan selain kepada semua pihak yang telah ikut serta juga kepada warga sekitar Kota Medan, rumah anak yatim dan beberapa rumah orangtua beserta dengan sumbangan berupa sembako yang telah dikumpulkan sebelumnya oleh pihak PKPMI Medan.

Pengarah program Takjil4U, Mohamad Farhan Hafizin, berkata bahwa dia berharap kerjasama yang telah dilakukan pada program ini dapat mengeratkan lagi jalinan silaturahim antara para pelajar bersama Konsulat Jeneral Malaysia Medan.

“Harapan kami, selain mengisi aktviti rohani dan amal kebajikan dalam bulan Ramadhan, secara tidak langsung program ini juga dapat mengeratkan hubungan silaturahim antara rakyat Malaysia dan Indonesia. Kami juga berharap agar program Takjil4U ini mendapat sokongan serta kerjasama daripada semua pelajar Malaysia di Medan dan pihak Konsulat Jeneral Malaysia Medan,”harapnya.

Yang Dipertua (YDP) PKPMI Medan sesi 2022, Nur Haimisha Nadhira, juga turut mengucapkan sekalung penghargaan dan jutaan terima kasih kepada Konsulat Jeneral Malaysia Medan, Agensi lain yang terlibat , PDRM , Tourism Malaysia, Satlantas Polistrabes Kota Medan dan lain lain agensi serta Ibu Perwakilan atas sokongan yang diberikan kepada PKPMI Medan sehingga mereka bisa terus menganjurkan program kemasyarakatan kedepannya, terutama di Medan.

Selain dibantu dalam penyediaan tempat untuk memasak bubur lambuk oleh Konsulat Jeneral Malaysia, kegiatan ini juga mendapat sokongan dari pihak Education Malaysia Indonesia (EMI).

Selain bagi-bagi Takjil mahasiswa dan mahasiswi asal Malaysia ini juga berbagi sumbangan berupa Beras, Sejadah, Kain Sarung, Kue Hari Raya  Idul Fitri ke beberapa panti asuhan semisal Panti Asuhan Ade Irma Suryani dan Panti Asuhan Padang Bulan. Semua kegiatan ini tampak mendapat dukungan penuh perwakilan pemerintah Malaysia di Medan. Konsul Jenderal Malaysia Aiyub Omar tampak aktif dan turun ke jalan bersama mahasiswa. Selain itu juga tampak Konsul Pariwisata Malaysia, Direktur Tourism Malaysia Medan Hishamuddin Mustafa memberikan semangat dan pendampingan generasi muda Malaysia yang tengah menuntut ilmu di Medan atau Sumatera Utara umumnya. ***

Tinggalkan komentar