Sudah 180 Kunjungan Wisatawan Indonesia ke Langkawi

PagiMedan! Belum lagi perbatasan antar negara dibuka tanpa karantina secara umum di 1 April 2022 mendatang, melalui Travel Bubble Langkawi, Kedah, Malaysia mencatat sudah hampir 8.000 wisatawan dari 105 negara, terbanyak dari Inggris, Australia dan Jerman, dan 180 diantaranya merupakan wisatawan asal Indonesia.

“Ya mulai awal April mendatang, kami, Malaysia resmi memulai fase new normal dan siap hidup berdampingan dengan Covid-19  mulai bulan depan.” Ungkap Direktur Tourism Malaysia Medan – Konsul Pelancongan Malaysia di Konsulat Jenderal Malaysia Medan, Hishamuddin Mustafa kepada PagiMedan! akhirpekan ini.

Situasi baru menyelang turunnya status pandemi covid-19 menjadi endemic. Dijelaskan Hisham juga, semua itu dimulai menyusul keputusan Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob baru-baru ini. Melalui kebijakan tersebut, Malaysia mengizinkan pendatang dari luar negeri bukan begitu saja tapi sesuai prosedur yang ada dan tetap menjaga protocol Kesehatan. Sesuai standar, hanya pendatang yang telah divaksinasi Covid-19 lengkap masuk tanpa karantina.

Itu pun sudah tak perlu lagi mendaftar melalui MyTravelPass dan cukup mengunduh aplikasi pelacakan kontak MySejahtera. “Pengumuman perdana mentri ini mungkin hal paling ditunggu-tunggu bukan hanya masyarakat Malaysia tetapi juga pelancong mancanegara, termasuk Indonesia, khususnya Sumatera Utara dan Kota Medan, ” ujar Hisham.

Terbukanya gerbang Malaysia tersebut, diharapkan Hisham akan menggiatkan perekonomian segenap negara secara keseluruhan khususnya sektor pariwisata yang sangat terdampak. “Ini akan berdampak positif bagi Malaysia dan Indonesia, ” harapnya.

Secara umum, kedatangan wisatawan yang tidak perlu karantina yaitu bagi yang sudah mendapatkan vaksinasi lengkap, tapi tetap perlu melakukan tes PCR dua hari sebelum keberangkatan serta tes Antigen dalam waktu 24 jam setelah kedatangan di Malaysia. Karantina tetap diberlakukan pada wisatawan yang tidak menjalani vaksinasi. Mereka tetap diharapkan menjalani karantina selama lima hari di Malaysia.

Dengan dibukanya perbatasan sedemikian rupa, Hishamuddin optimis pada tahun 2022 ini akan terjadi lonjakan kunjungan yang luar biasa, terutama dari Sumatera, khususnya Sumatera Utara. Harapannya itu sejalan dengan harapan Ny Wati S traveler asal Medan. Apalagi kebijakan itu bisa seirama dengan kebijakan negara asal pengunjung, termasuk dari Indonesia. “Jangan sampai kita ke Malaysia tidak di karantina, tapi harus karantina saat pulang,” ujar ibu tiga anak itu.

Selain itu, keterbukaan pintu-pintu internasional di negara-nagara asal pengunjung juga bisa terbuka seperti dulu, sehingga bagi pengunjung asal Medan tidak perlu terbang ke Cengkareng dulu baru boleh masuk Malaysia, cukup dari Kualanamu saja. Sebab itu selain bisa memangkas waktu, juga memangkas banyak biaya perjalan.

Sejauh ini kebijakan tanpa karantina berlaku bagi wisatawan asing hanya untuk kedatangan internasional ke Bali baik melalui perjalanan udara atau laut. Di sana sudah terbuka bagi warga negara Australia; Amerika Serikat; Inggris Raya; Jerman; Belanda; Prancis; Qatar; Jepang; Korea Selatan; Kanada; Italia; Selandia Baru; Turki; Uni Emirat Arab; Malaysia; Thailand; Singapura; Brunei Darussalam; Vietnam; Laos; Myanmar; Kamboja; dan Filipina. ***

Tinggalkan komentar